• gambar
  • gambar
  • gr1
  • gr
  • sm

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 5 JEPARA. Terima Kasih Kunjungannya. WEB: http://www.smpnegeri5jepara.sch.id email : info@smpnegeri5jepara.sch.id

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP NEGERI 5 JEPARA

NPSN : 20103.2006.063

Jl.Kartini No.42 Telp. 0291-591392 Jepara 59411


info@smpnegeri5jepara.sch.id

TLP : (0291) 591392


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 28584
Pengunjung : 11215
Hari ini : 8
Hits hari ini : 17
Member Online : 0
IP : 3.227.233.6
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-06-14 20:03:49

    Semoga Amal inbadah Puasa Kita Diterima dan kita mendapat AMPUNAN NYA dan bisa bertemu lagi dengan Romadhon tahun yang akan datang AAMIIN YRA
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-06-14 20:01:20

    TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM BARAKALLAHU FIKUM Admin web SMPN 5 Jepara mengucapkan selamat Idul Fitri 1439 H Mohon Maaf Lahir dan batin
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-04-05 11:38:08

    HAri ini Kamis 5 April 2018 SMP 5 Jepara dapat Droping komputer 1. Server lengkap 1 buah 2. Clein 19 buah 3. UPs 1 buah 4....
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-04-05 11:35:06

    $ Lokal Bartu klas sudah selesai 100% dan telah di tempati oleh siswa, selamat melaksanakan OBM kawan kawan di ruang Baru
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-04-05 11:32:55

    Alhamdulillah acara sungkeman siswa dengan Orang Tua berjalan sukses, semoga siswa SMP 5 Jepara bisa berhasil USBN dan UNBK dengan nilai yan...
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-04-04 11:27:35

    Rencaba Istiqosah kelas 3 untuk menghadapi UASBN dan UNBK yang akan dilaksanakan hari Kamis 5 April 2018 , mohon anak anak hadir bersama oran...
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-04-04 11:24:50

    Untuk kelas X siapkan dirimu untuk menghadapi UASBN mulai tanggal 9 April s/d 17 April 2018. dan untuk kelas VII dan VIII tetap belajar di rumah
  • AGUS WINARTO, S.Pd. (Guru)
    2018-03-31 18:48:03

    Ayo gabung dengan komunitas siswa smpn 5 jepara


Banyak tujuan hubungan masyarakat yang telah dikemukakan para pakar. Adapun tujuan dikembangkannya hubungan masyarakat dengan sekolah secara umum adalah untuk;
1) Terciptanya komunikasi antara sekolah dengan masyarakat.
2) Terciptanya pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan.
3) Terbangunnya minat dan kooperasi masyarakat dalam peningkatan mutu
sekolah.
Sianipar memilah tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat ini kedalam dua bagian sesuai dengan masing-masing dari kepentingan sekolah itu sendiri  dan kepentingan masyarakat. Dilihat dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dengan masyarakat ini menurut Sianipar
bertujuan untuk:

a) Memelihara kelangsungan sekolah,
b) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan,
c) Memperlancar proses belajar mengajar, memperoleh dukungan dan bantuan
    dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan
    program sekolah.
Sedangkan dilihat dari kepentingan masyararakat, tujuan hungan
masyarakat dengan sekolah ini menurut Sianipar adalah:
(1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam
     bidang mental-spiritual.
(2) Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang
     dihadapi oleh masyarakat.
(3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
(4) Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat
     kemampuannya.
Berbagai upaya peningkatan mutu telah banyak dilakukan, tetapi pendidikan masih dihadapkan kepada berbagai permasalahan antara lain yang paling krusial adalah rendahnya mutu pendidikan. Dari berbagai kajian, ternyata salah satu faktor penyebabnya antara lain adalah: minimnya peran serta  masyarakat dalam menentukan kebijakan sekolah sebagai akibat masyarakat kurang merasa memiliki, kurang tanggung jawab dalam memelihara dan membina sekolah dimana anak-anaknya bersekolah. Padahal apabila dikaji lebih lanjut beberapa komponen penentu peningkatan mutu sekolah antara lain adalah manajemen pemberdayaan masyarakat. Untuk itulah salah satu kebijakan dalam peningkatan manajemen sekolah adalah implementasi manajemen berbasis sekolah. Pendekatan ini sangat memerlukan partisipasi yang tinggi dari masyarakat, baik yang terwadahkan dalam komite sekolah, dewan pendidikan
maupun masyarakat secara umum.


Memang tidak dapat dipungkiri bahwa keterlibatan masyarakat mempunyai peran yang cukup besar bagi perkembangan organisasi di masa yang akan datang. Begitu juga dengan sekolah, suatu sekolah bisa dikatakan sukses jika mampu mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Karena bagaimanapun juga
pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara orang tua, sekolah dan masyarakat

 

Manajemen Humas

Sekolah adalah didalam, oleh dan untuk masyarakat. Program sekolah hanya dapat berjalan lancar apabila mendapat dukungan masyarakat. Oleh karena itu Pimpinan sekolah perlu terus menerus membina hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat. Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program-prgoram dan problem-problem yang dihadapi, agar masyarkat mengetahui dan memahami masalah-masalah yang dihadapi sekolah. Dari pemahaman dan pengertian ini dapat dihadapkan adanya umpan balik yang sangat berguna bagi pengembangan program sekolah lebih lanjut dan diharapkan pula tumbuhnya rasa simpati masyarakat terhadap program-program sekolah, yang dapat mengundang partisipasi yang aktif masyarkat.

Pengertian Manajemen Humas

Berbicara tentang humas pasti ingatan kita akan tertuju pada hal yang berhubungan dengan komunikasi, konfrensi pers, informasi, public relation. Pokoknya secara gampang diibaratkan sebagai penyampaian segala informasi. Menurut kamus Fund and Wagnel Pengertian Humas adalah segenap kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan organisasi atau individu untuk menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik dari pihak luar terhadap keberadaan dan aktivitasnya. Sedangkan pengertian Humas dalam Pendidikan adalah Rangkaian pengelolaan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat (orang tua murid) yang dimaksudkan untuk menunjang proses belajar mengajar di lembaga pendidikan bersangkutan (Anggoro, 2001).

Berdasarkan definisi diatas pengertian humas secara umum adalah fungsi yang khas antara organisasi dengan publiknya, atau dengan kata lain antara lembaga pendidikan dengan warga di dalam (guru, karyawan, siswa) dan warga dari luar (wali siswa, masyarakat, institusi luar, patner sekolah) Dalam konteks ini jelas bahwa humas atau public relation (PR) adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun secara individu. Adapun pengertian manajemen humas adalah suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan serta pengkoordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya. Dan untuk merealisasikan itu semua banyak hal yang harus dilakukan oleh humas dalam suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2006).

 

Tugas Pokok Humas

Tugas pokok hubungan sekolah dengan masyarakat dalam pendidikan antara lain:

  1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya dengan menggunakan berbagai media.
  2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya.
  3. Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu.
  4. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan.
  5. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
  6. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan untuk kemajuan pelaksanaan pendidikan (Suryosubroto: 2004).
  1. Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat (orang tua murid)

Mengenai tujuan hubungan sekolah dan masyarakat (orang tua murid), leslie merumuskan tujuan organisasi perkumpulan antara guru dan masyarakat (orang tua murid), adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengembangkan pengertian masyarakat (orang tua murid) tentang tujuan dan kegiatan pendidikan di sekolah.
  • Untuk memperlihatkan bahwa rumah dan sekolah bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan anak disekolah.
  • Untuk membari fasilitas pertukaran informasi antara orang tua dan guru yang kemudian mempunyai dampak terhadap pemecahan pendidikan anak.
  • Perolehan opini masyarakat tentang sekolah dijadikan perencanaan untuk pertemuan dengan orang tua dalam rangka untuk kebutuhan murid-murid
  • Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi anak (Indrafachrudi: 1994).

Sedangkan menurut Mulyasa (2007: 50), tujuan dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

  1. Jenis Hubungan Sekolah dan Masyarakat

Jenis hubungan sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Hubungan edukatif, ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan sikap pada diri anak.
  2. Hubungan kultural, yaitu usaha kerja sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu diperlukan hubungan kerja sama antara kehidupan di sekolah dan kehidupan dalam masyarakat. Kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan pengajaran dan metode-metode pengajarannya.
  3. Hubungan institusional, yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerja sama antara sekolah satu dengan sekolah-sekolah lainnya, kepala pemerintah setempat, ataupun perusahaan-perusahaan Negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya (Purwanto, 2005: 193)